10 WASIAT MENGHADAPI WABAH BERBAHAYA (Bag. 2)

Memperbanyak Dzikirnya Nabi Yunus

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (al-Anbiya: 87)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda: “Permohonan Dzun-Nun tatkala berada di dalam perut ikan ialah

لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.

Tidaklah seorang muslim berdoa dengan kalimat ini dalam suatu hajat melainkan Allah pasti akan mengijabahinya.” (HR Imam Ahmad & Tirmidzi)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata di kitab al-Fawaid: “Tak ada cara lebih manjur untuk menolak berbagai kesulitan dunia melainkan dengan tauhid. Oleh karenanya doa pada saat kesusahan berisi tauhid. Permohonan Dzun-Nun (Nabi Yunus) tak lain adalah dengan tauhid.

Sebaliknya yang menjerumuskan ke dalam kesulitan besar tak lain adalah kesyirikan. Sedangkan yang menyelamatkan darinya hanyalah tauhid. Jadi, tauhid tempat makhluk berlindung dan bernaung, benteng dan sumber pertolongan bagi mereka.

Disadur dari buku kecil ’10 Wasiat Agar Terhindar dari Wabah’ karya Syaikh Prof Dr Abdurrazaq – dengan beberapa penyesuaian oleh tim pembimbing Taqwa Tours.

Dapatkan 10 serial wasiat lain secara lengkap cukup dengan mengirim Whatsapp ke 0293-365959 dengan format

Nama:
Domisili: